Delightfully Yours

The smell of ground cinnamon fills the air with a perfect mix of an exotic tropical forest and the tender touch of winter. From beneath a pile of sweets and candies, a wooden puppet starts to move. Her body is made of planks, while her joints are coarsely pinned. You might think that this would limit her movement, but as she approaches the stove to see if the caramel is simmering, she stirs and her hips start to dance.

Every morning, she crushes rosemary twigs and sprinkles them into the pot, enough to add flavor to the soup she makes. The steam that rushes through the whisk in her hand is magical and always brings the biggest smile to her face. She gently swirls it while taking in its aroma. This is her heaven. With each ingredient that she adds, the world becomes a nicer place.

Nevertheless, she has a heart of gold nestled in a cedar body. She breaks into tears when the cupcakes refuse to rise. Cooking is not about perfection. With all the mistakes, it is truly about creating a perfect balance. When  her wooden arms begin to ache, she sends her pain away by holding on to delightful dreams.


Milikmu Sepenuhnya

Wangi serbuk kayu manis memenuhi udara bagaikan sebuah perpaduan aroma eksotis hutan tropis dan lembutnya sentuhan musim dingin. Dari balik timbunan permen dan gulali, sebuah boneka kayu terlihat mulai bergerak. Tubuhnya terbuat dari papan kayu dan persendiannya disambung dengan baut. Tanpa kesulitan bergerak, dia beranjak mendekati panci untuk melihat apakah saus karamelnya sudah mendidih. Sembari mengaduk karamel panas itu pinggulnya mulai menari.

Setiap pagi dia menggerus daun rosemary dan menaburkannya ke dalam panci untuk menyempurnakan rasa sup yang dimasaknya. Uap yang menyeruak dari balik adukan tangannya membawa kekuatan sihir. Dia mengeluarkan roti pertamanya yang baru matang dari dalam oven. Inilah yang selalu membuatnya tersenyum lebar. Dia menyobek roti dan menghirup aromanya dalam-dalam. Baginya ini adalah surga. Setiap bumbu yang ia tambahkan menjadikan dunia ini suatu tempat yang lebih indah.

Bagaimana pun juga dia terbuat dari kayu cendana dengan hati seorang gadis kecil. Ia menangis saat adonan kuenya gagal mengembang. Seni masak bukanlah tentang mencari kesempurnaan. Memasak adalah mencari suatu keseimbangan dengan segala kesalahan yang terjadi. Ketika tangan kayunya mulai terasa sakit karena terlalu banyak bergerak, ia menepis rasa sakit itu dengan berpegang sepenuhnya terhadap keindahan impiannya.

Leave a comment