trauma (2)

bau bensin,

hening,

lalu, 

jangan keluar dulu.

jangan tidur terlalu lelap.

dan sejak itu mataku terbuka

bahkan saat kelopakku tertutup.

karena setiap aku

bangun, ada kulit, mata, dan suara

yang harus kugendong jauh

sampai mereka berhenti

menanyakannya lagi.

kadang aku bisa pilih:

hari ini kulit dan mata saja

kadang bisa ditambah suara.

mereka kupakai selama diizinkan

sebelum mereka sadar, oh, mata itu!

kulit itu! suara itu!

tak seharusnya kita terima.

saat itu mereka terlepas

dari diriku. mata,

kulit, dan suara yang tak pernah

bisa menjadi aku.

Leave a comment