bau bensin,
hening,
lalu,
jangan keluar dulu.
jangan tidur terlalu lelap.
dan sejak itu mataku terbuka
bahkan saat kelopakku tertutup.
karena setiap aku
bangun, ada kulit, mata, dan suara
yang harus kugendong jauh
sampai mereka berhenti
menanyakannya lagi.
kadang aku bisa pilih:
hari ini kulit dan mata saja
kadang bisa ditambah suara.
mereka kupakai selama diizinkan
sebelum mereka sadar, oh, mata itu!
kulit itu! suara itu!
tak seharusnya kita terima.
saat itu mereka terlepas
dari diriku. mata,
kulit, dan suara yang tak pernah
bisa menjadi aku.

Leave a comment