pagi yang mengajarimu benci

aku ingat cerita zlata

yang memperkenalkanku ke malam yang menyala

seperti pagi yang datang

kepagian, tak sadar

ia harusnya masih tidur,

ia harusnya masih jauh.

ia salah datang

karena harusnya ia tak pernah

tahu kebingunganku bersembunyi

di balik selimut dan bisikan ibu

‘semua akan baik-baik saja’

dan doa bapak, ‘di dalam nama tuhan yesus’

amin.

tidurlah, nanti ibu bangunkan.

kami tidur, menanti

untuk bangun.

saat nanti pagi datang

dan kami berdua saja,

aku ingin cerita tentang kehilangan

kata untuk bertanya

dan nyali untuk mencari

dari mana asalnya benci?

masakan dia datang diundang?

dan kenapa malam tadi

ia muncul lagi.

Leave a comment