Karena Besok Sudah Tanggal 9 Juli.

Selamat menitipkan harapan, Indonesia! Sungguh, sebagian dari saya berharap ini semua segera berakhir karena proses ini sungguh panjang dan melelahkan. 

Tapi bukankah inilah kehidupan berbangsa dan bernegara yang seharusnya terjadi? Saat yang punya suara berani bersuara, saat kita duduk bersama membicarakan bagaimana kita ingin bangsa ini dicinta? 

Ya, akhir-akhir ini memang kita duduk dan bicara dalam debat dan urat, tapi bukankah kita melihat hal yang sama: Indonesia dan manusianya terlalu besar untuk menjadi hanya sekedar. Saya percaya mereka yang masuk ke bilik suara nanti adalah orang yang cinta bangsa ini. 

Cinta yang begitu besar ini rasanya yang bikin kita tegang, bagaimana kalau yang berbeda pemikirannya nanti menang? (Sama, saya juga merasakan hal yang sama.) 

Tapi begini: orang yang mencintai dengan sungguh tidak akan merusak apa yang dicintainya. Lagipula, bukankah kita selalu bangga dengan perbedaan. Bhinneka – seharusnya itu pun bicara tentang cara pandang kita melihat bangsa ini bukan? Jadi sebenarnya kita sedang menghidupi ke-Indonesia-an kita bukan? Sekarang tinggal cara mana yang bisa membuat Indonesia merasa dicintai? Siapa yang bisa mencintai bangsa ini seperti Anda mencintainya?

Jadi, selamat menaruh harapan dan mencintai bangsa ini. Jangan lupa berdoa (berharap atau apa pun itu cara Anda menghaturkan keinginan) agar setelah ini semua usai, suara kita masih tetap lantang dan didengar, dan semua perbedaan tetap menjadi kekayaan. 

Kehidupan berbangsa dan bernegara sebaiknya memang panjang; dan kelelahan sudah pasti tidak bisa dihindari, tapi tidakkah proses ini begitu menyenangkan? Namanya juga pesta.

Leave a comment